Budidaya Asparagus Yang Sangat Menjanjikan

Asparagus merupakan tanaman pangan yang biasanya dimanfaatkan dibagian rebung ataupun tunasnya. Jenis dari Asparagus ini ada dua yang biasa dibudidaya, yakni asparagus hijau dan asparagus putih. Untuk proses budidaya dari asparagus hijau lebih mudah jika ditanam di dataran rendah dan daratan tinggi. Sedangkan asparagus putih hanya dapat dibudidaya pada dataran tinggi saja dan juga perawatan dari asparagus putih sangatlah sulit. Asparagus asalnya dari kawasan Mediterania sepanjanga pantai Barat Eropa. Bisa terdapat di Indonesia karena dengan melalui negara Taiwan. Asparagus mengandung sumber yang kaya akan asam folat, natrium dan rendah kalori dimana tidak akan mengandung kolestrol. Ada juga multi-vitamin yang terkandunga pada Asparagus seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin E serta vitamin K. Mineral pun terkandung didalam Asparagus ini seperti seng, kalsium, magnesium, besi, kalium, tembaga, mangan, thiamin, niacin, selenium serta riboflavin.

Asparagus merupakan salah satu jenis sayur mayur yang memiliki khasiat kesehatan yang tinggi. tidak salah kalau masyarakat yang mengerti kesehatan selalu mengkonsumsi aspragus, meskipun harganya relatif tinggi yakni mencapai kisaran Rp 35.000-Rp50.000/kg.Berikut ini cara budidaya Asparagus dengan baik dan benar.

Memilih tempat menanam

Hal yang sangat penting yang juga harus anda perhatikan adalah memilih tempat menanam. Ya, hal ini tentu saja beralasan karena tempat menanam akan mempengaruhi hasil dalam budidaya asparagus. Ada beberapa karakteristik tempat penanaman yang sebaiknya anda tahu. Disini, anda sebaiknya memilih tempat dengan matahari yang penuh karena asparagus membutuhkan banyak cahaya. Selain itu, tanah dengan drainase yang baik akan sangat cocok untuk di tanami. Yang terakhir adalah, anda dapat menggunakan ruang atas dalam menanam jika anda memiliki keterbatasan lahan. Akan tetapi, ruang atas tentu memerlukan syarat seperti sebelumnya.

Proses Persemaian Tanaman Asparagus

Kemudian, cara menanam tanaman ini bisa dilakukan dengan persemainan, dimana pemilihan lahan harus dilakukan lebih awal. Pilihlah lahan yang memiliki drainase baik. Sebaiknya jangan memilih lahan yang telah menjadi bekas dari penanaman tanaman asparagus sebelumnya. Pilih tanah yang gembur, subur, dan berpasir. Buatlah pula bedengan dengan lebar 120 cm, tinggi 20cm, kemudian parit yang memiliki lebar dan kedalaman 40 cm. Semailah benih dari tanaman ini dengan jarak 15 x 10 cm. Kedalaman masing-masing lubang untuk penanaman adalah 2,5 cm saja.Jangan lupa setiap satu lubang ditanam dengan satu biji. Diatas permukaan tanahnya harus ditutupi dengan jerami dan sekam yang kemudian disekam secukupnya. Proses perkecambahan ini bisa berlangsung dalam waktu 2 sampai dengan 6 minggu tergantung dari suhu dan juga kelembaban yang dimiliki oleh tanah. Untuk tanah yang suhunya dibawah 20 derajat celcius, tanaman ini akan berkembang dengan sangat lambat.

Perawatan Tanaman Asparagus

Setalah melakukan penanaman diatas, anda harus tidak lupa untuk melakukan perawatan pada persemaian tersebut, yang mana meliputi pencegahan tanaman dari hama dan juga penyakit. Ini harus dilakukan lebih awal agar tanamannya tidak terlanjur rusak nantinya. Untuk menghasilkan buah yang berkualitas, anda harus melakukan pemupukan pada saat masih persemaian setiap 20 sampai 30 hari menggunakan pupuk urea.

Untuk bisa memperoleh sayuran dari tanaman ini dengan kualitas yang baik, anda harus melakukan pemeliharaan tanaman dengan cara yang bagus. Hal ini meliputi proses pembubunan. Proses yang satu ini dimulai kira-kira sebulan setelah proses penaman. Lakukan proses ini sebanyak 2 sampai 4 minggu sekali. usaha perawatan dengan cara pemangkasan juga perlu anda lakukan setelah induk dari tanaman ini membentuk batang dengan jumlah 8 sampai dengan 10 buah. Batang selebihnya dipangkas saja. Kemudian ketika sudah mendekati masa panen, batang yang dipelihara cukup 3 sampai dengan 5 batang saja.

Hal yang paling harus diperhatikan lainnya adalah pemangkasan tanaman. Proses ini berfungsi untuk merangsang tanaman agar tumbuh semakin optimal dengan membuang batang-batang yang tumbuh lambat dan berpenyakit. Pemangkasan dilakukan pada tanaman yang telah memiliki 8-10 batang dengan menyisakan 3-5 batang saja.
Pencegahan Hama dan Penyakit

Hama bagi tanaman asparagus yaitu ulat tanah dan ulat grayak yang banyak menyerang di musim kemarau. Sedangkan penyakit-penyakit yang dapat mengganggu tanaman ini umumnya diakibatkan oleh jamur. Oleh sebab itu, untuk memberantasnya anda perlu menyemprotkan pestisida secara berkala.
Pemanenan Tanaman Asparagus

Tanaman asparagus ini juga bisa dijadikan sebagai media bisnis yang tepat untuk anda. Perlu diketahui pula bahwa tanaman ini baru akan mulai bisa dipanen jika umurnya sudah mencapai 8 sampai dengan 9 bulan. Panen yang dilakukan nantinya bisa dengan memotong rebung dan kemudian menimbun kembali sekeliling tanaman ini dengan tanah atau kompos. Cara panen dengan memotongi batang yang muda juga merupakan salah satu langkah yang terbaik. Alasan dari memotong batang yang muda ini adalah agar tidak merusak sistem perakaran tanaman yang nantinya akan dijadikan sebagai indukan untuk tanaman ini. Jika anda memanen tanaman yang sudah berumur 2 hingga 4 tahun, hasil produksinya bisa mencapai 50 kg untuk per hektarnya.

Setiap petani yang mengembangkan asparagus seluas tujuh are (700 meter persegi) mampu menghasilkan Rp400.000 per hari atau sekitar Rp12 juta per bulan. Pendapatan tersebut sangat menjajikan dibanding dengan pegawai negeri sipil atau pegawai perusahaan swasta lainnya.
Sumber : 1001budidaya

Your email address will not be published. Required fields are marked *