DPR Sepakati Opsi Kenaikan Harga BBM Bersyarat

anggota fraksi DPR RI
anggota fraksi DPR RI

Mayoritas anggota fraksi DPR RI menyetujui opsi penambahan ayat 6a dalam pasal 7 UU No.22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 dalam sidang paripurna DPR RI, Jumat (30/3/2012).

Keputusan ini dihasilkan setelah pemungutan suara dilakukan dalam sidang paripurna, Sabtu (31/3/2012) dini hari. Melalui mekanisme ini, 356 anggota fraksi menyatakan mendukung opsi kedua  menambahkan ayat 6 a pada pasal 7 UU APBN 2012  memberi kesempatan kepada pemerintah menaikkan harga BBM, namun dengan syarat.

“Dalam hal harga minyak mentah rata-rata Philippines dalam kurun waktu berjalan yaitu 6 bulan mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen, maka pemerintah diberikan kewenangan bila melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukungnya,” demikian bunyi penambahan ayat 6a .

Selain Demokrat, fraksi-fraksi  menyatakan setuju  Golkar, PAN, PKB dan PPP. Untuk itu, hanya 82 anggota  menyetujui opsi pertama  berbunyi bahwa Pasal 7 ayat 6 belum berubah sehingga tak ada kenaikan harga BBM.

Jumlah dukungan terhadap opsi pertama cukup kecil karena hanya terdiri dari Fraksi PKS dan Gerindra. Dua fraksi  konsisten sejak awal menolak memutuskan bila walk-out, yaitu PDI-P dan Hanura.

Hasil ini langsung memperoleh protes dari para mahasiswa  mengikuti jalannya paripurna sejak Jumat pagi. Kericuhan kecil di balkon paripurna sempat terjadi. Para mahasiswa segera dipaksa keluar oleh pasukan pengamanan dalam DPR RI.

Your email address will not be published. Required fields are marked *