“Kerajinan Bambu ” Peluang Bisnis Yang Sangat Menguntungkan

Image result for tips berbisnis kerajinan bambuRelated image

Bambu merupakan tanaman dalam jenis rumput rumputan dengan rongga dan ruas pada bagian batang. Bambu dikenal sebagai tanaman yang paling cepat tumbuh. Dalam sehari bambu dapat tumbuh hingga setinggi 91 cm atau rata-rata hampir 4 cm dalam waktu satu jam. Bambu memiliki banyak nama lain yang dikenal masyarakat seperti pring, buluh, aur dan eru. Bambu dapat dengan mudah kita temukan di Indonesia, karena bambu banyak ditemukan di daerah tropik.

Bambu memiliki banyak jenis bahkan mencapai 1250 jenis didunia, sementara 11 % dari jenis tersebut merupakan spesies asli di Indonesia. Bambu dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari bangunan, berbagai perabotan, alat pertanian, alat musik bahkan bambu yang masih muda dapat dijadikan makanan. Pada jaman penjajahan bambu bahkan dimanfaatkan sebagai senjata untuk berperang. Kreatifitas yang anda miliki tentu juga dapat mengubah bambu menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai.

Melimpahnya persediaan pohon bambu di Indonesia ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya. Berikut tips menjalankan bisnis kerajinan dari bambu :

Konsumen

Target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga yang biasanya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari peralatan dan perlengkapan rumah, masyarakat umum yang tertarik dengan hiasan unik dari bambu (seperti pigura, miniatur rumah bambu, dll), serta hotel, restoran atau cafe-cafe yang membutuhkan furnitur serba bambu untuk mempercantik penampilan tempat usahanya.

Info Bisnis

Saat ini para pengrajin bambu tidak hanya memproduksi aneka kerajinan untuk penghias ruangan saja, mereka mulai menciptakan inovasi baru kerajinan bambu yang lebih fungsional. Sebut saja kelompok usaha kerajinan Gapura Agung di Blitar, Jawa Timur yang mulai menciptakan satu set alat makan dari bambu (terdiri dari nampan bambu, gelas bambu, serta mangkok dan sendok dari tempurung kelapa). Selain itu ada juga Jatnika dari Cibinong, Bogor yang telah sukses melanglang buana berkat saung dan rumah bambu ciptaannya, bahkan sekarang ini Jatnika telah kebanjiran pesanan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Jeddah, serta Arab Saudi. Sangat menjanjikan bukan?

Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis kerajinan dari bambu, berikut ini kami informasikan cara sederhana yang bisa Anda praktekan langsung untuk membuat kerajinan bambu berupa lampu hias.

Kelebihan Bisnis

Disamping permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar, menjalankan peluang bisnis kerajinan bambu terbilang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Melimpahnya potensi bambu di alam Indonesia secara tidak langsung memberikan keuntungan besar bagi para pengrajin, sebab harga jual bambu di pasaran masih sangat rendah, bahkan saat ini sebagian pengrajin ada yang sudah membudidayakan bambu di pekarangan rumahnya. Sehingga bisa dipastikan modal usaha yang dibutuhkan juga bisa ditekan.

Keuntungan yang kedua, memproduksi aneka kerajinan bambu termasuk salah satu peluang bisnis yang ramah lingkungan. Limbah bambu yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar sehingga tidak memicu adanya global warming. Hal ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin, sebab maraknya himbauan anti global warming di lingkungan masyarakat dunia secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat para konsumen. Kini mereka lebih tertarik menggunakan produk-produk yang tentunya ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi alam.

Kekurangan Bisnis

Kendala bisnis yang sampai saat ini masih dihadapi para pengrajin bambu yaitu sulitnya mendapatkan bambu yang kualitasnya benar-benar bagus, baik dari segi ukuran maupun dari jenis bambu yang dibutuhkan. Selain itu, para pengrajin juga masih kesulitan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau serangan rayap yang bisa merusak produk kerajinan bambu (biasanya hama dan penyakit tersebut menyerang bambu yang usianya sudah cukup lama). Karena itulah, dibutuhkan kerajasama dengan pemasok bambu agar persediaan bahan baku Anda bisa selalu terjaga. Sedangkan untuk mencegah hama dan penyakit pada kerajinan bambu, Anda bisa mencantumkan cara perawatan dan pemeliharaannya pada setiap produk kerajinan yang Anda jual. Jadi, konsumen tidak perlu ragu lagi untuk membeli produk-produk yang Anda tawarkan.

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk kerajinan bambu, Anda bisa memanfaatkan teknologi internet guna menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Melalui blog, website, atau situs jejaring sosial, Anda bisa menginformasikan produk-produk buatan Anda kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Melalui jaringan internet, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi batas pemasaran produk Anda. Masalah jarak dan waktu bisa terbantu dengan adanya pemasaran secara online yang semakin memudahkan Anda untuk menjangkau konsumen selama 24 jam non-stop di berbagai belahan benua.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu menciptakan diferensiasi produk untuk memenangkan persaingan pasar. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk Anda atau menciptakan inovasi desain produk yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, produk Anda memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor Anda, sehingga pintu peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar.

Kunci sukses

Adanya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah karya menjadi kunci kesuksesan bagi Anda untuk menjalankan usaha kerajinan bambu. Semakin kreatif ide yang Anda ciptakan dan semakin inovatif produk yang Anda hasilkan akan memperbesar peluang bagi bisnis Anda untuk menuju pintu kesuksesan. Jadi, hindari pembuatan produk yang monoton (itu-itu saja) dan kembangkan ide segar Anda untuk mendatangkan omset yang lebih besar.

Yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mendapatkan keuntungan yang besar adalah jumlah penjualan yang meningkat dan mengefektifkan biaya produksi, serta menggunakan bahan se-efisien mungkin sehingga tidak ada bahan yang terbuang sia-sia. Untuk meningkatkan jumlah penjualan, pelaku usaha bisa mendirikan toko untuk penjualan, juga bisa bekerja sama dengan toko-toko grosir dan menitipkannya di toko grosir.

Sedangkan hal menekan biaya produksi, pelaku usaha harus bisa memaksimalkan tenaga produksi sehingga jumlah biaya bisa ditekan secara efektif tanpa mengurangi kualitas yang dihasilkan. Saat ini sudah cukup banyak perusahaan lokal maupun luar negeri yang melirik produk dalam negeri maka kesempatan itu jangan disia-siakan, pelaku usaha harus bekerja sama dengan dinas terkait baik secara kelompok maupun individu supaya produk yang dihasilkan mempunyai nilai jual yang mahal dan banyak diminati.

Kendala terbesar dalam menjalankan usaha ini adalah adannya persaingan antar sesama produsen, persaingan yang umumnya terjadi yaitu mengenai harga, kualitas produk yang dihasilkan dan lamanya waktu pengerjaan. Apabila pelaku usaha ingin memenangi persaingan maka hal ketiga di atas harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik.

Sumber : bisnisukm/sumber lainnya

Your email address will not be published. Required fields are marked *