Solusi Untuk Langkah-langkah Bisnis

Menemukan bisnis yang cocok memang tidak semudah mengembalikan telapak tangan, kita harus menemukan strategi bisnis yang cocok sesuai situasi dan kondisi kita .

Memulai bisnis kadang seperti mencari jodoh. Ketemu yang cocok itu gampang – gampang susah. Terlalu nekat, resiko kena tolak. Terlalu banyak berpikir, keburu diambil orang. Sama seperti menjalankan bisnis. Terlalu banyak teori justru memusingkan kita dan malah menghambat niat bisnis kita. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan bisnis yang cocok dalam sekali tembak?  Cobalah tips – tips berikut. Saya harap bisa bermanfaat

1. Perhatikan Kebutuhan di Sekitar Anda

Secara umum, bisnis selalu berawal dari kebutuhan. Perhatikan apa yang sedang dibutuhkan orang disekitar kita, baik berupa barang maupun jasa. Contoh sederhana adalah bila tempat kerja kita di sebuah mall di lantai 3. Sementara untuk fotocopy terlalu jauh dan harus keluar gedung. Artinya ada kebutuhan mesin fotocopy di dalam mall tersebut. Sebuah peluang bagi Anda.

2. Cari Sumber Daya dan Modal

Setelah menemukan kebutuhan, mulailah berburu sumber daya, baik barang maupun jasa. Misalnya mesin fotocopy. Untuk pengadaan barang tentu membutuhkan modal yang cukup. Modal uang bisa dicari melalui pinjaman dari teman, orang tua, sebagian yang mempercayai kita, atau bank. Modal barang pun dapat dipinjam melalui metode konsinyasi apabila sudah kenal.

Nah, beda lagi dengan jasa. Anda tidak perlu modal, tetapi penguasaan pasar. Kalau memang tidak ada modal uang sama sekali, buatlah usaha dalam bentuk jasa karena usaha bidang jasa relatif aman dan cukup pakai modal barang yang sudah kita miliki seperti komputer dan printer.

3. Tentukan Lokasi

Berikutnya adalah cari lokasi yang stategis, dalam artian dapat dijangkau dari berbagai penjuru. Tahapan awalnya adalah dengan menjawab pertanyaan ini: Apakah anda mau memulai usaha anda di Online atau di Offline dulu? Di Online, tentu anda bisa mulai dengan lebih murah karena anda tidak perlu sewaa tempat fisik yang relatif lebih mahal. Tetapi bukan berati dalam pengembangannya, anda nanti tidak perlu punya lokasi fisik di dunia nyata. Dan begitu pula sebaliknya dengan di dunia Offline. Saran saya adalah: Mulai dari tempat yang paling membuat anda nyaman.

4. Kuatkan Mental

Dalam memulai bisnis, kendala paling besar adalah memasarkan produk barang atau jasa yang kita miliki. Rasa takut atau tidak percaya diri merupakan salah satu yang menyebabkan kita untuk menunda pemasaran barang atau jasa kita. Padahal kunci sukses suatu bisnis adalah proses pemasaran kita. Maka begitu Anda mempersiapkan produk, sumber daya dan lokasi, beranikan diri untuk menawarkan produk Anda. Dengan kata lain berani menanggung malu apabila tidak ada yang memperhatikan atau malah mencemoohkan kita. Kita harus konsisten dengan apa yang kita tawarkan dan buktikan kepada pelanggan bahwa apa yang kita pasarkan itu benar dan dibutuhkan. Keteguhan mampu meluluhkan hati siapapun.  Yakinilah bahwa tidak ada pemandangan yang lebih indah dari punggung orang yang bekerja keras. Jika usaha anda halal, kenapa harus malu? 🙂

5. Tanam Kepercayaan

Jaga kepercayaan para pelanggan yang telah menggunakan barang atau jasa yang kita berikan. Tanamkan pada mereka bahwa produk yang anda ciptakan adalah produk yang layak untuk mereka konsumsi atau pergunakan, dan layanan anda adalah layanan paling prima. Orang lain akan senang bekerjasama dengan anda lagi dan lagi.

6. Jualan Kelebihan, bukan Jualan Harga

Memasarkan adalah kegiatan wajib bagi semua bisnis. Tapi, jika anda terjebak dalam persaingan harga, maka pada akhirnya anda akan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan menjual dengan harga dibawah rata-rata. Padahal ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi sebuah pembelian di luar harga. Misalnya komunikasi yang baik. Jika anda ahli menjelaskan bahwa harga anda lebih tinggi karena kualitas  produk anda nilainya lebih baik dari produk sejenisnya, maka anda tidak perlu lagi terjebak dalam teknik marketing 101 yaitu jualan harga.

7. Pantau Sendiri Jalannya Usaha Anda

Pada awal anda membuka usaha, alangkah baiknya jika anda kerjakan sendiri dulu. Denagn kata lain anda melakukannya dengan tenaga yang anda miliki sendiri terlebih dahulu. Baru kemudian jika anda sudah merasakan kewalahan, bolehlah anda cari partner untuk merintis usaha. Ketika merekrut karyawan, pastikan kondisi anda sudah mulai menghasilkan dan stabil. Agar karyawan bisa semangat untuk bekerja dan menciptakan hal – hal baru.

8. Pinjam Meminjam

Pengusaha pemula biasanya kesulitan untuk menjalankan usahanya karena keterbatasan modal. Bahkan bagi pengusaha yang uzur pun, dana kadang masih menjadi masalah tersendiri. Ketika muncul situasi tak terduga seperti kebanjiran order, atau ketetapan pemerintah dalam penggajian karyawan, maka meminjam uang adalah faktor fleksibel yang harus menjadi pertimbangan anda. Bisnis toh tidak selamanya lancar. Ada pasang surutnya.

9. Kembangkan Strategi, Rencana, dan Ide yang Kreatif

Brainstormin otak anda untuk terus menerus menelurkan ide-ide untuk bisnis Anda lebih kreatif. Baik dari segi produk, pengelolaan modal, hingga rencana – rencana kreatif lain yang lebih efektif.

10. Gunakan Revenue Pertama dengan Cerdas

Ketika anda memilih menjadi pengusaha, berarti anda harus siap menginvestasikan kembali sebagaian dari laba atau keuntungan yang telah anda dapatkan. Laba tersebut bisa anda gunakan untuk shopping keperluan pribadi. Tapi jika anda bijak dan cerdas, maka anda akan cenderung menghabiskannya untuk mengembangkan usaha yang sedang anda jalani. Jangan terlena.

11. Jadilah yang Terbaik

Menjalankan bisnis tidak boleh setengah – setengah. Anda harus komitmen untuk menjadi yang terbaik. Setiap hal yang akan anda lakukan untuk klien haruslah yang terbaik. Apapun yang anda produksi, haruslah yang terbaik, dan kita buat dengan senang hati agar hasil yang akan kita ciptakan menjadi hasil terbaik. Lakukan terus-menerus maka kekuatan word of mouth akan menyebar.

 

 

sumber artikel: http://mediabisnisonline.com/

Your email address will not be published. Required fields are marked *