Trik Budidaya Aneka Buah di Lahan Sempit

saya tinggal di perkotaan yang mayoritas mempunyai lahan yang sempit. Pada suatu hari saya ingin berkebun buah di sekitar rumah. Tapi saya bingung bagaimana caranya saya bisa membangun kebun mungil di halaman rumah saya yang sempit? Nah  . .akhirnya saya menemukan trik cara memanfaatkan lahan sempit untuk berkebun. .

Dan saya praktekkan, ternyata alhamdulillah berhasil berbuah semua. .

Oleh karenanya saya ingin share juga ke rekan-rekan dengan postingan saya berikut ini . .

Semakin lama lahan pertanian semakin sempit. Kian sulit pula mendapatkan area kebun yang luas untuk menanam berbagai jenis buah-buahan. Tapi tidak usah khawatir, dengan kreativitas kita bisa berkebun dan memanen berbagai macam buah-buahan meski dengan lahan yang sempit.

Jika dalam pembibitan kita kenal istilah kompot (komunitas pot), yakni satu pot yang diisi dengan beberapa bibit tanaman, dalam perkebunan buah mini dikenal dengan istilah tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Tentu menyenangkan bukan jika kita bisa memanen buah dari tanaman yang kita tanam dalam pot? Tak hanya bisa menikmatinya, tanaman yang berbuah dalam pot akan terlihat indah sehingga pantas-pantas saja menjadi salah satu objek penghias rumah.

Agar memiliki kebun tabulampot sesuai yang diharapkan, perlu metode yang baik dan benar sejak dari pemilihan bibit, penentuan pupuk, dan perawatannya. Caranya pun tidaklah rumit, apalagi jika dibandingkan dengan hasil yang akan kita peroleh.

Akan sangat menyenangkan tentunya jika melihat tanaman berbagai jenis buah-buahan tumbuh subur dengan buah bergelantungan.

Oleh karenanya, kita harus aktif mencari informasi tentang cara mencangkok yang benar. Kita juga harus memilih bibit tabulampot dari bibit jenis buah-buahan yang berkualitas. Setidaknya, kita tahu bagaimana kualitas buah dari induk tanaman yang akan kita cangkok. Siapkan pula alat dan bahan penanamannya.
Macam-macam Tanaman untuk Tabulampot

Sebagian besar tanaman buah bisa dijadikan tabulampot. Sawo dan jeruk adalah diantara tanaman yang cukup banyak digemari sebagai objek tabulampot. Sawo memiliki banyak penggemar karena rasanya manis dengan aroma yang khas dan saat dimakan kita tidak disibukkan dengan aktivitas membuang biji. Bijinya hanya beberapa dan itupun berukuran besar. Karenanya, buah ini banyak dicangkok sebagai tabulampot.

Sawo memiliki banyak varietas, seperti sawo duren  (Chrysophyllum cainito), sawo kecik (Manilkara kauki), sawo manila (Manilkara zapota), dll. Tak hanya buahnya yang lezat, rebusan daunnya pun bisa digunakan sebagai obat rematik.

Tanaman jeruk jika dirawat dengan baik maka akan diperoleh tanaman dengan buah bergelantungan yang terlihat cantik dan menggemaskan. Siapapun pasti bangga memilikinya. Selain rasanya yang segar, jeruk digemari karena terkenal dengan kandungan vitamin C nya yang dipercaya berkhasiat untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

Selain dua tanaman di atas, masih banyak tanaman jenis buah-buahan lain yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman tabulampot. Misalnya kedondong, apel, rambutan, sirsak, mangga, jambu air, dan masih banyak lagi.

Yang terpenting, untuk mendapatkan kebun buah mini tabulampot, sebelum menanam kita harus memilih tanaman yang sesuai dengan tempat yang akan kita pakai untuk menanamnya. Karena tanaman dataran tinggi menjadi kurang maksimal tumbuhnya jika ditanam di daerah dataran rendah, begitu pula sebaliknya.

Disamping itu, pemilihan indukan yang berkualitas serta perawatan yang baik, seperti pemberian pupuk juga menjadi aspek penting penentu kesuksesan dalam menanam tanaman berbagai jenis buah-buahan dalam pot.
Hambatan Tambulampot

Menanam tanama buah dalam pot atau yang biasa disingkat dengan tambulampot atau tambulpot memang tidaklah mudah dan juga tidaklah sulit. Dibilang mudah juga tidak namun jika dibilang sulit juga tidak. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran saja dalam merawat tanaman ini.

Tentunya yang paling penting adalah ilmu dalam hal tanaman. Semua hal membutuhkan ilmu untuk memudahkan pekerjaan kita. Tidak hanya dalam bangku sekolah saja yang membutuhkan ilmu tetapi juga menanam buah dalam pot juga membutuhkan ilmu.

Petani yang menanam padi dan tanaman sayuran yang ada di sawah juga membutuhkan ilmu. Ilmu yang mereka dapat dalam hal tanaman tidaklah mereka dapat di sekolah formal melainkan mereka dapatkan dari warisan orang tua atau dari pengalaman yang didapatkan di lapangan.

Para petani tersebut sangat lihai dalam mengelolah tanah. Kapan tanah tersebut membutuhkan pengairan dan kapan tanah tersebut butuh untuk dipupuk. Semua itu dilakukan oleh petani dengan adanya ilmu yang dimilikinya dalam mengelolah tanah.

Ini merupakan bukti bahwa semua hal yang kita lakukan di dunia ini membutuhkan ilmu agar memperoleh hasil yang maksimal. Adanya kegagalan yang dialami oleh orang yang sering berkebun atau menanam dengan tanaman buah dalam pot adalah karena kurangnya ilmu mereka.

Banyak sekali yang membeli tanaman buah dalam pot dan berharap tanamannya berbuah setelah dibeli dari petani tersebut. Padahal ilmu mengenai bagaimana merawat dan menjaga tanaman buah dalam pot tetap berbuah belum dimilikinya.

Memang semua butuh waktu untuk pembelajarannya. Tetapi alangkah baiknya jika hal tersebut dibarengi dengan ilmu yang cukup sembari atau sambil merawat tanaman buah dalam pot sehingga buah yang dihasilkan bisa cukup maksimal.

Masalah yang biasa dihadapi oleh orang yang baru menanam tanaman buah dalam pot adalah pemilihan tanaman yang akan dirawat. Pemilihan yang asal dan tidak sesuai dengan tempat lingkungan yang kita tinggali akan menyebabkan tanaman buah dalam pot yang dibeli akan tidak berbuah.

Malah yang lebih parah adalah tanaman buah dalam pot tersebut tidaklah bertahan lama. Kemudian tanaman tersebut akhirnya mati karena terlalu panas atau bahkan terlalu lembab. Oleh karena itu pelajarilah lebih dulu lingkungan sekitar tempat anda tinggal sebelum membeli tanaman buah dalam pot yang ingin anda rawat.

Salah satu tanaman yang aman untuk ditanam adalah kedondong. Namun tidak semua orang ingin menanamnya. Hal tersebut dikarenakan rasa dari buah tersebut yang terlalu masam, sehingga kebayakan hanya menjadi penghias saja tanpa dimanfaatkan hasilnya.

Tanaman buah dalam pot yang satu ini memang bisa ditanam dan mampu menghasilkan buah baik dalam keadaan panas maupun dalam lingkungan yang agak lembab sekalipun. Asalkan tanaman tersebut masih mendapatkan perawatan  yang baik dari pemiliknya.

Tanaman lain yang tidak bisa ditanam di sembarang tempat adalah tanaman apel. Tanaman buah dalam pot jenis apel tidak bisa ditanam di sembarang tempat. Tanaman buah dalam pot jenis apel hanya bisa ditanam pada daerah yang termasuk ke dalam dataran tinggi.

Jika anda termasuk orang yang memiliki keinginan kuat dan mencobanya untuk dibawah ke daerah dataran rendah ada banyak sekali kemungkinan untuk gagal. Kegagalan yang terjadi bukanlah karena kurangnya perawatan tetapi lebih pada habitat yang tidak cocok bagi tanaman apel.

Tanaman apel sangat cocok untuk ditanam pada daerah yang termasuk ke dalam dataran tinggi. Daerah dataran tinggi memiliki kelembapan dan hawa yang sejuk dibandingkan dengan daerah dataran rendah.

Pada daerah dataran rendah pada umumnya memiliki kondisi cuaca yang sangat panas. Hal tersebut tentunya tidak cocok untuk tanaman apel yang tidak terlalu tahan terhadap panas.

Tanaman lainnya adalah tanaman mangga yang lebih tepat ditanam pada daerah dengan cuaca yang panas. Tanaman mangga tetap akan hidup walaupun ditanam pada daerah yang lembab tetapi kemungkinan untuk berbuah tidak sebagus jika ditanam pada daerah yang panas.

Pada tahap awal ini saja sudah membuktikan dibutuhkannya ilmu untuk memilih tanaman yang akan dirawat. Jika kita tidak tahu tanaman yang cocok ditanam di daerah kita maka pasti sangat kecewa. Sudah beli mahal-mahal bibit yang mau ditanam ternyata akhirnya mati karena tidak cocok dengan daerah yang ditanam.

Tahap selanjutnya yang biasa jadi masalah adalah perwatan yang harus diberikan kepada tanaman. Sebagian besar orang yang masih awal biasanya kurang dalam perawatan. Pemberian pupuknya pun terkadang asal-asalan. Padahal jika terlalu banyak diberikan pupuk juga tidak bagus bagi perkembangan tanaman.

Kejadian yang paling sering yang menyebabkan tanaman buah dalam pot tidak mau berbuah adalah terlalu banyak pupuk. Dengan demikian biasanya media tanaman buah dalam pot menjadi semakin  keras. Pada akhirnya tanaman buah dalam pot mengugurkan daunnya.

Hal tersebut disebabkan oleh padatnya tanah akibat terlalu banyak pemakaian pupuk. Cara untuk mengatasinya adalah cukup dengan mengganti media tanam yang digunakan oleh tanaman buah dalam pot.

Ganti media tanam tanaman buah dalam pot anda dengan media baru. Media tanam yang baru bisa diperoleh atau diganti dengan komposisi tanah, pasir, dan pupuk kandang. Semuanya dicampur dengan komposisi 5:1:1, jika sudah dicampur silahkan diganti media yang lama dengan yang baru yang telah mendapatkan pupuk kandang tersebut.

Jangan lupa juga untuk terus memangkas daun dari tanaman buah dalam pot. Hal ini memiliki tujuan agar tanaman buah dalam pot cepat berbunga yang pada akhirnya menghasilkan buah.

 

sumber artikel: http://www.anneahira.com/

Your email address will not be published. Required fields are marked *